Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 05 November 2015

Letak Koordinat Pada Peta


Selamat siang gaes...
Semoga tetap dalam keadaan sehat di siang hari yang redup namun terasa panas. @Kota_Bengkulu
Semoga yang puasa hari ini nanti diberikan berkah buka puasa yang dapat melepas semua penat dan letih hari ini. ^-^

Kali ini penulis akan membagi sedikit ilmu buat kita semua mengenai peta yang diperoleh dari berbagai sumber. 
                              Selamat membaca pengunjung... })ii({


Letak Koordinat Bujur dan Lintang pada Peta serta Jenis - jenis Proyeksi Peta

Sistem koordinat geografi digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis khayal, yaitu garis khayal lintang (latitude)dan garis khayal bujur (longitude).
Garis lintang adalah garis yang membentang dari barat ke timur bumi. Garis lintang dibagi menjadi dua yaitu lintang selatan dan lintang utara. Garis yang berada disebelah utara equator disebut garis Lintang Utara sedangkan garis yang berada di sebelah selatan equator disebut Garis Lintang Selatan.

Garis bujur adalah garis yang membentang dari utara ke selatan bumi. Garis bujur yang disepakati menjadi acuan adalah garis Grenwich. Garis bujur dibagi menjadi 2 yaitu bujur barat dan bujur timur. Garis bujur yang berada di timur Grenwich disebut Bujur Timur. Garis bujur yang terletak disebelah barat garis Grenwich disebut Bujur Barat.

pada gambar dibawah ini menunjukkan dimana letak Garis Lintang dan Bujur

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7SogHt4XKTbi9f-Q_r6NuSpX__OqYCxSFgA3DFfxDbjLkScvUiGX4A6pW7UHEsQhryqK0PviF5iAzz9vO0lHFIswEg6tc1vNf4ZvHdAYAZap0evVM8ReoY76-SQTbXKVIQ2ixzwV-IP4w/s1600/04+nilai+garis+lintang+dan+bujur.png
Latitude    : Garis Lintang
Longitude : Garis Bujur

Satuan yang digunakan untuk menggambarkan koordinat adalah derajat, menit, detik.
Contoh:10030’20”LS;120010’20”BT dibaca (10 derajat, 30 menit, 20 detik Lintang Selatan dan 120 derajat, 10 menit, 20 detik Bujur Timur).


Secara garis besar sistem proyeksi peta bisa dikelompokkan berdasarkan pertimbangan ekstrinsik dan intrinsik.
Pertimbangan Ekstrinsik:
Bidang proyeksi yang digunakan:
  • Proyeksi azimutal / zenital: Bidang proyeksi bidang datar.
  • Proyeksi kerucut: Bidang proyeksi bidang selimut kerucut.
  • Proyeksi silinder: Bidang proyeksi bidang selimut silinder.
Persinggungan bidang proyeksi dengan bola bumi:
  • Proyeksi Tangen: Bidang proyeksi bersinggungan dengan bola bumi.
  • Proyeksi Secant: Bidang Proyeksi berpotongan dengan bola bumi.
  • Proyeksi "Polysuperficial": Banyak bidang proyeksi
Posisi sumbu simetri bidang proyeksi terhadap sumbu bumi:
  • Proyeksi Normal: Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bola bumi.
  • Proyeksi Miring: Sumbu simetri bidang proyeksi miring terhadap sumbu bola bumi.
  • Proyeksi Traversal: Sumbu simetri bidang proyeksi ^ terhadap sumbu bola bumi.
Pertimbangan Intrinsik:
Sifat asli yang dipertahankan:
  • Proyeksi Ekuivalen: Luas daerah dipertahankan: luas pada peta setelah disesuikan dengan skala peta = luas di asli pada muka bumi.
  • Proyeksi Konform: Bentuk daerah dipertahankan, sehingga sudut-sudut pada peta dipertahankan sama dengan sudut-sudut di muka bumi.
  • Proyeksi Ekuidistan: Jarak antar titik di peta setelah disesuaikan dengan skala peta sama dengan jarak asli di muka bumi.
Cara penurunan peta:
  • Proyeksi Geometris: Proyeksi perspektif atau proyeksi sentral.
  • Proyeksi Matematis: Semuanya diperoleh dengan hitungan matematis.
  • Proyeksi Semi Geometris: Sebagian peta diperoleh dengan cara proyeksi dan sebagian lainnya diperoleh dengan cara matematis.
 sumber:
http://argopura.blogspot.co.id/2013/10/cara-membaca-koordinat-peta.html
http://geoenviron.blogspot.co.id/2014/05/sistem-koordinat-dan-proyeksi-peta.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Translate

Blogroll

About